Alumnus/lulusan serta mhs Program Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) maupun Program Reguler STIH Prof Gayus Lumbuun mempunyai MUTU, GELAR, IJAZAH, dan STATUS yang SAMA.
Alumnus/lulusan P2K STIH Prof Gayus Lumbuun mempunyai gelar disesuaikan dgn jenjang pendidikan dan prodi/bidang keahliannya, dan mempunyai hak menggunakan gelarnya serta memiliki hak untuk menaikkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ijazah serta Transkrip Akademik (Transkrip Nilai) Program Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) serta Program Reguler yaitu SAMA. Dan pada Ijazah maupun Transkrip tsb, tidak tertulis apakah Alumnus/lulusan P2K ataukah Alumnus/lulusan Kelas Reguler. Dikarenakan P2K merupakan Program Reguler dgn jadwal kuliah serta peserta kuliah yang berbeda.
Sistem Pendidikan
Untuk mhs kuliah pegawai (hybrid / blended) yang sudah berkarier dibolehkan absen (tidak hadir) di kuliah untuk beberapa pertemuan, jika mhs tsb menerima tugas lembur, atau kerja dengan sistem shift / bergiliran waktu, tugas kerja ke luar kota/negeri, dgn melalui mekanisme tertentu.
Kurikulumnya dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan Sistem SKS (Sistem Kredit Semester). Mutu Kurikulumnya didisain selain berdasar terhadap Kurikulum Nasional, juga berdasar perkembangan ilmu serta pengetahuan, teknologi, dan seni, serta terhadap pentingnya profesionalitas dunia karier.
Alumnus/lulusan Program S1 Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) STIH Prof Gayus Lumbuun juga mampu aktif berperan-serta pada kelompok kerja; mampu berkomunikasi dgn para pakar pada bidang ilmu berlainan serta memanfaatkan bantuan mereka; mampu memanfaatkan secara efektif sumber-sumber daya yang ada; mampu memulai rintisan pembentukan unit bisnis mandiri berdasarkan bidang ilmunya, mampu mengikuti perkembangan baru di bidang keahliannya, menyelenggarakan penelitian, atau mengikuti prodi di tingkat lebih lanjut.
Alumnus/lulusan Program S1 Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) STIH Prof Gayus Lumbuun ditujukan untuk menjadi Sarjana (S1) berdasarkan prodinya, yang dapat mengembangkan personalitinya dengan bekal ilmu, teknologi, serta seni, sehingga mampu memberikan pemecahan persoalan beserta mengembangkan ilmu serta pengetahuannya.
Kompetensi alumnus/lulusannya di dlm menangani tiap persoalan, mampu mengungkap struktur serta inti persoalan serta menetapkan prioritas tahapan-tahapan penyelesaiannya; mengetahui dan bisa memanfaatkan kegunaan teknologi informasi; dapat memanfaatkan ilmu; cakap serta terampil disesuaikan dgn rumpun ilmunya; bisa menyelesaikan persoalan secara logika, memanfaatkan data/informasi yang tersedia; dapat menggunakan konsep-konsep untuk menerangkan hal-hal yang tidak/kurang jelas; mampu mandiri dlm kerja dan berupaya.
Mhs kuliah pegawai (hybrid / blended) yang tidak lulus suatu mata pelajaran (matakuliah), dapat mengulang di semester atau tahun atau periode berikutnya tanpa dipungut biaya tambahan.
Kompetensi dasar alumnus/lulusan Program S1 Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) STIH Prof Gayus Lumbuun yaitu memiliki mutu serta integritas intelektual; berdaya saing tinggi baik secara akademis maupun moral; mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan; menyadari bahwa ilmu serta pengetahuan senantiasa maju dan berkembang; mampu menelusuri serta menghisap informasi ilmiah; mengetahui cara dan dapat senantiasa belajar.
Di samping diberikan ilmu, etika akademik serta profesi, kesanggupan dan kepiawaian untuk mengelola tim/organisasi secara komplit / mendalam pada bidang yang sesuai rumpun ilmunya; kesanggupan bekerjasama dlm tim, kesanggupan memahami pengetahuan terhadap etika, kesanggupan memahami ilmu berdasarkan bidang keahliannya, beserta diberikan kesanggupan untuk memanfaatkan teknologi informasi serta komunikasi untuk kebutuhannya.
Bagi mhs kuliah pegawai (hybrid / blended) yang kerja dengan sistem shift / bergiliran waktu, tetap dapat mengikuti kuliah dgn baik. Dikarenakan sistem pendidikannya diselenggarakan secara piawai (terampil) dengan menyatukan Program Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) serta Program Reguler, sehingga mhs yang berkarier dengan sistem shift / bergiliran waktu bisa mengikuti kuliah di program lainnya dgn mekanisme tertentu.
Alumnus/lulusan Program Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended) STIH Prof Gayus Lumbuun mempunyai kemahiran penguasaan teori yang kuat beserta pengaplikasiannya, dan kepakaran profesional serta cara pandang yang komplit / mendalam; meninggikan sikap mental terampil (piawai) yang berorientasi pada penyelesaian persoalan berdasar alur berpikir-sistem; mampu mengembangkan kajian-kajian teoritis konsepsional paling mutakhir; memiliki kesanggupan melakukan serbaneka penelitian dasar maupun terapan.
Sistem pendidikannya sesuai bagi karyawan yang sibuk dgn karirnya maupun bagi yang belum kerja, karena diselenggarakan dgn piawai (terampil). Di samping kuliah bertatap muka langsung dengan tutor (dosen), sistem pendidikannya juga diselenggarakan dengan memanfaatkan berbagai metode efektif melalui tugas perorangan terarah, tugas kelompok yang komunikatif, dan diakhiri dengan bimbingan pengerjaan skripsi (S1) / tugas akhir yang terarah, terprogram serta terjadwal sehingga mhs dapat menyelesaikan kuliah tepat pada waktunya.
Beban Kredit & Masa Studi
Beban studi dan masa studi yang harus ditempuh mahasiswa program reguler maupun Program Kuliah Pegawai (Hybrid / Blended), mengikuti standar yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu : Permendikbudristek Nomor 53 Th 2023 (silakan klik) tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Untuk
Beban Studi (SKS yang ditempuh)
Masa Studi
Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke S1
Beban Studi = 144 - 152 sks
8 semester
Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke D-III
Beban Studi = 110 - 114 sks
6 semester
Lulusan D3, Politeknik, sederajat melanjutkan ke S1
Beban Studi = 40 - 46 sks (Bila tidak sebidang ilmu ada Tambahan 2 - 21 sks)
3 semester
Lulusan D2, S1, D1, Pindahan melanjutkan ke S1
Dihitung dari sisa sks
Dihitung sisa sks
Dapat Kerja Baru atau Menaikkan Karir
Mhs (peserta pendidikan) Perkuliahan Karyawan di STIH Prof Gayus Lumbuun yaitu orang-orang yang sudah berkarier maupun orang-orang yang belum kerja.
Para mhs ini senantiasa menyatukan diri dan saling memberikan bantuan menyelesaikan kesulitan masing2 person. Baik kesulitan dlm hal karier, akademik, keuangan / finansial, maupun persoalan lainnya. Juga dgn alumnus/lulusannya, mempunyai ikatan yang kuat untuk saling memberikan bantuan sesama alumnus/lulusan STIH Prof Gayus Lumbuun.
Selama ini mhs yang sudah kerja, senantiasa dapat mengembangkan karir dan penghasilannya selama kuliah. Mereka memperoleh perbaikan karir serta perbaikan penghasilan dari lainnya.
Sedangkan mhs yang belum berkarier, akan menerima karir dari rekan-rekan mhsnya maupun alumnus/lulusannya, terutama rekan-rekan mhs yang sudah kerja (sbg administrator, pekerja, pedagang, pegawai negeri sipil, wiraswastawan, dan sebagainya).
Pilihan Primer (Solusi Cerdas)
Jadi, bagi masyarakat yang sudah kerja dan relatif kesulitan di dlm meninggikan karir serta mengembangkan penghasilan. Maka mengikuti P2K / Perkuliahan Karyawan di STIH Prof Gayus Lumbuun merupakan pilihan bijak (solusi cerdas) untuk meninggikan diri. Yaitu mengembangkan kuliah formalnya dan meninggikan pengalaman, karir, serta penghasilan.
Bagi masyarakat yang belum kerja serta relatif kesulitan di dlm menerima pekerjaan. Maka mengikuti P2K / Perkuliahan Karyawan di STIH Prof Gayus Lumbuun ini merupakan pilihan bijak (solusi cerdas) untuk memperoleh karier. Yaitu mengembangkan pengalaman melalui mereka ( lainnya) yang sudah berkarier, dan akhirnya menerima karir dari rekan-rekan mhsnya maupun dari dirinya sendiri. Dan meninggikan kuliah formalnya.
Tags (tagged): program, kuliah, pegawai, hybrid, blended, sistem, pendidikan, status, mahasiswa, lulusan, sekolah, tinggi, ilmu, hukum, prof, gayus, lumbuun, stih, program kuliah pegawai, status mahasiswa, ilmu hukum prof, gayus lumbuun, prof gayus lumbuun, sekolah tinggi, hukum prof gayus, lumbuun pegawai, blended program reguler, sama, mengembangkan, personalitinya, bekal ilmu teknologi, terhadap etika, kesanggupan, memahami ilmu, terprogram, terjadwal sehingga, mhs, menyelesaikan, mhs belum, berkarier akan, menerima, karir dari rekan, sistem pendidikan